Telkom mengembangkan Esports dengan membantu Startup Game Indonesia

Industri Esports nasional lambat laun mendapat semakin banyak dukungan, termasuk dengan berdirinya startup game Indonesia. Untuk membantu mengembangkan ekosistem gaming kompetitif, PT Telkom juga turut berpartisipasi. Saat ini mereka tengah menjalankan rangkaian kegiatan bertajuk Indigo Game Startup Incubation.

Dilansir dari Indotelko dan inet.detik, sejak dijalankan pertama kali pada bulan September 2019 lalu, kegiatan ini akhirnya berakhir di Bandung. Indigo Game Startup Incubation ditutup berbarengan dengan acara perayaan ulang tahun Bandung Digital Valley (13/12/2019). Acara closing ceremony itu pun dihadiri oleh para pejabat penting Telkom.

Indigo Game Startup Incubation telah memberikan dampak yang nyata bagi para anak muda kreatif. Sebab, perkembangan startup game di Indonesia juga perlu diperhatikan agar developer bisa menjadi kompetitif. Dalam penyelenggaraan terakhirnya, total ada 10 tim dari berbagai daerah yang berpartisipasi.

Direktur Digital Business Telkom, Faizal R, pada September lalu pernah mengatakan bahwa Indonesia punya potensi. Dengan meroketnya pertumbuhan game secara global, hal itu juga cukup memengaruhi peningkatan jumlah pemain game di Indonesia. Pendapatan kotornya pada 2020 mendatang ditaksir akan mencapai angka $1 juta.

“Industri ini juga didukung oleh tumbuhnya ekonomi masyarakat kita. Ditambah dengan Telkom Group yang menyediakan infrastruktur digital serta semakin banyaknya smartphone,” kata Faizal dikutip dari detik.com.

Hal itu pula yang mendasari diadakannya kegiatan Indigo Game Startup Incubation selama tiga bulan belakangan. Merujuk pada data-data terkait, kabarnya program ini adalah lanjutan dari Indigo Creative Nation sebelumnya.

“Kami percaya generasi muda Indonesia mampu membuat konten besar. Apalagi Indonesia mempunyai budaya-budaya lokal yang kuat dan dapat dikembangkan lagi lewat game,” ujarnya.

Kegiatan ini pertama kali digelar dalam acara 8 Digital Innovation Lounge (DILo). Terdapat sekitar 125 tim pendaftar yang ikut serta untuk memperebutkan total hadiah sebesar Rp300 juta.

Dalam penutupan rangkaian acara pada Jumat lalu, Dirut Telkom Ririek Adriansyah sekaligus melakukan peninjauan. Dia melihat demo hasil karya tim-tim yang berpartisipasi dalam program inkubasi tersebut. Menurutnya ini menjadi sinyal positif bagi Telkom yang bergelut di industri terkait.

“Sekarang Telkom sedang mengembangkan digital business, tidak terkecuali game. Ini adalah industri kreatif yang dalam beberapa tahun terakhir perkembangannya sangat pesat,” kata Ririek dikutip dari inditelko.com.

“Secara global, pasar game di Indonesia berada di peringkat 16, sedangkan di Asia Tenggara kita nomor 1. Tentu saja Telkom ingin menggeluti industri yang sangat potensial ini.”

Salah satu revenue bisnis digital yang dijalankan oleh Telkom adalah berasal dari game. Ririek melihat bahwa pertumbuhan kontribusi game dalam bisnis digital tumbuh di atas rata-rata industri lainnya. Indigo Game Startup Incubation ini pun menjadi langkah nyata oleh Telkom untuk mempersiapkan SDM.

Dengan begitu, ke depannya para pengembang lokal juga dapat menciptakan game yang berkualitas. “Telkom berharap punya kapabilitas digital yang membaik untuk memberi support kepada ekosistem game lokal. Supaya ke depannya, industri ini dapat berkembang lebih pesat dengan target market regional dan internasional,” kata Ririek.

Dua hari sebelum penutupan acara, tepatnya pada 11 Desember, para tim startup game mengikuti Demo Day. Batch pertama diadakan di Telkom Landmark Tower, Jakarta. Para peserta memamerkan hasil karya mereka yang telah dikembangkan dalam masa inkubasi selama tiga bulan terakhir.

Demo Day dihadiri publisher dan investor dari dalam dan luar negeri untuk mendukung startup game Indonesia. Total ada 10 judul yang dipamerkan, rinciannya tiga game PC dan tiga game mobile dengan judul-judul menarik. Di antaranya sebut saja game mobile berjudul ‘Nikahan Mantan’, Mantul dan ‘Kucing Ku Mana’.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *